Aku berdiri di pesisir pantai
Dengan pasir putih yang lembut
Terkadang ombak menggodaku
Diam-diam ia menyentuh kaki yang tanpa alas
Aku hanya ingin memejamkan mata
Lalu menikmati aroma garam yang mengusai kepala
Aku merasa seolah pulang
Pada tempat kedamaian
Tak ada hiruk pikuk kendaraan
Atau perkataan yang membuat telinga sakit
Atau perkataan tanpa makna
Yang terlontar dari manusia dengan kesombongan di atas kepala
Hanya aja gemuruh ombak
Yang berkali-kali ingin mengalahkan riuh di kepala
Isi kepalaku lebih ramai dari demo tahun 1998
Yang bersorak ingin menurunkan presiden
Tapi kepalaku berteriak menyebutkan satu nama.
Kamu.
Seakan alam merestui isi kepalaku dan kurang ajar sekali hati tiba-tiba merasakan sesuatu yang menancap.
Sebut saja rindu
Mencuat bak tsunami memporak-porandakan kota.
Dasar sinting
Kamu lagi dan selalu kamu
Yang diinginkan oleh semestaku
Yang kulihat berdiri dihadapanku
ketika aku membuka mata
Kamu lagi dan selalu kamu
Yang aku inginkan ada disampingku untuk menikmati indahnya laut
Kamu lagi dan selalu kamu
Bahumu yang ingin ku jadikan tempat bersandar
Pantai selalu mempunyai cerita ketika aku mengunjunginya
Kamu lagi dan selalu kamu
Yang menjadi cerita itu
Jumat, 27 November 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


