Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Senin, 26 Oktober 2015

Kecelakaan Pesawat Terbang

0 komentar

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna mengatakan, pesawat Hercules yang jatuh di Jalan Jamin Ginting Medan pada Selasa membawa 101 penumpang.
Seperti dikutip Antara, Agus mengatakan, jumlah itu ditambah dengan 12 kru pesawat dengan nomor lambung A-1310 tersebut.
Meski, telah mengetahui jumlah penumpang, tetapi pihaknya belum mengetahui secara pasti rincian korban yang berstatus anggota TNI dan sipil. "Yang jelas, dari manifes, semua keluarga militer," katanya.
Menurut KSAU, ada beberapa penumpang yang memiliki tujuan ke Tanjung Pinang di Provinsi Kepulauan Riau dan Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat.
Pilot pesawat yang terbang dari Lanud Soewondo Medan tersebut belum dapat diangkat karena posisinya diperkirakan terjepit. "Mungkin masih di dalam, sedang dikerjakan. Kita sama-sama mendoakan semoga semua bisa ditemukan dan dibawa ke RS," ujar KSAU.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama Dwi Badarmanto membenarkan jika pesawat TNI AU jenis C-130 Hercules dengan nomor ekor A-1310 itu jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan. Pesawat produksi tahun 1964 ini dipiloti Kapten (Pnb) Sandy Permana yang melakukan lepas landas dari Lapangan Udara Suwondo, Medan, pukul 11.48, menuju Lanud Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Sandy Permana baru lulus Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara pada 15 Juni 2015. Dia lulus terbaik di angkatan ke-97.
"Misinya melaksanakan PAUM atau penerbangan angkutan udara militer. Pihak TNI AU sedang menyelidiki sebab-sebab kecelakaan, demikian juga jumlah korban sedang dalam proses penelitian lebih lanjut," kata Marsma Dwi Badarmanto.
PAUM adalah operasi rutin yang dilaksanakan TNI AU, yakni berupa pengangkutan personel/prajurit yang melaksanakan pergeseran dinas ataupun logistik TNI/TNI AU dari satu lanud ke lanud lainnya.
Komposisi awak pesawat C-130 Hercules ini secara lengkap adalah Kapten (Pnb) Sandy Permana (pilot), Letnan Satu (Pnb) Pandu Setiawan (kopilot 1), Letnan Dua (Pnb) Dian Sukman P, (kopilot 2), Kapten (Nav) Riri Setiawan (navigator), Sersan Mayor Bambang H (juru radio udara), Pembantu Letnan Satu Ibnu Kohar (juru mesin udara I), Pembantu Letnan Dua Andik S, (juru mesin udara II), Pembantu Letnan Satu Ngateman (load master), Pembantu Letnan Satu Yahya Komari, Pembantu Letnan Dua Agus P, dan Prajurit Dua Alvian.
Rute penerbangan yang dilalui pesawat itu adalah pada 29 Juni 2015 berangkat dari Abdulrachman Saleh menuju Adisutjipto dan kemudian ke Halim Perdanakusuma. Tanggal 30 Juni 2015 dari Halim Perdanakusuma menuju Roesmin Nurjadin, Dumai, Suwondo, Tanjung Pinang, Ranai, Supadio (round). Tanggal 1 Juli 2015 menurut rencana dari Supadio menuju Ranai, Tanjung Pinang, Suwondo, Dumai, Roesmin Nurjadin, Halim Perdanakusuma (round). Kemudian, pada 2 Juli 2015, pesawat menurut rencana akan kembali ke Abdulrachman Saleh, Malang.
Presiden perintahkan audit
Presiden Joko Widodo menegaskan akan mengaudit total alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI/Polri pasca-terjadinya kecelakaan pesawat Hercules milik TNI AU di Medan.
"Dari beberapa kali kecelakaan, kita harus memodernisasi dan memperbarui. Ini akan kita audit total, karena tidak sekali dua kali ini terjadi kecelakaan," kata Presiden Jokowi di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa.
Presiden menyatakan sudah menanyakan kondisi pesawat termasuk tahun pembelian pesawat tersebut. Ia menambahkan pesawat tersebut dibeli pada 1964 bahkan pernah digunakan oleh Presiden Soekarno.
Jatuhnya pesawat tersebut terjadi saat Presiden melakukan kunjungan kerja ke Cilacap dan Banyumas. Presiden mengaku telah mendapatkan laporan awal dari Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU).
"Laporan KSAU, semua dalam proses, sekali lagi kita berduka dan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan saat ini menjadi korban," katanya.
Jumlah awal
Pihak kepolisian pada awal peristiwa ini mencatat jumlah penumpang sementara dari manifes pesawat Hercules sebanyak 50 orang. Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar Helfi Assegaf, seperti dikutip Antara, mengatakan, jumlah itu merupakan data sementara dari penumpang yang terbang dari Lanud Suwondo.
Dari proses evakuasi hingga pukul 15.00, tim gabungan mendapati puluhan penumpang yang keseluruhan telah tewas. Meski telah mengevakuasi jenazah, Polda Sumut belum dapat menjelaskan identitas korban, termasuk kemungkinan adanya warga sipil.

"Semua jenazah dibawa ke RSU Pusat Adam Malik, Medan," katanya. Pihak kepolisian belum mengetahui jumlah keseluruhan penumpang pesawat Hercules karena dalam proses evakuasi.
RSUP Adam Malik hingga pukul 15.30 telah menerima 35 korban tewas yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan pesawat Hercules C-130. Jenazah korban yang umumnya mengalami luka bakar masih dalam identifikasi petugas di RSUP Adam Malik. .
Suasana haru terlihat di lokasi jatuhnya pesawat dan di RSUP Adam Malik karena banyak warga yang mengaku dari keluarga korban histeris ingin melihat kondisi jenazah.
Namun, sore harinya KSAU memastikan ada 101 penumpang di dalam Hercules tersebut.
Kru dari Malang
Pihak Pangkalan Udara TNI AU Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, membenarkan pesawat Hercules tipe C-130 yang jatuh di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6), merupakan milik skuadron setempat. Jumlah kru yang ada di dalam pesawat dikabarkan sebanyak 12 orang, berasal dari Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh Letnan Kolonel (Sus) Sutrisno saat dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mengonfirmasi siapa saja nama kru yang ada di dalam pesawat itu. Pihaknya juga belum tahu bagaimana nasib mereka saat ini.
"Kalau dari skuadron Malang, maka kru dan petugas juga berasal dari Malang," ujarnya. Menurut Sutrisno, pesawat dengan nomor ekor A-1310 itu berangkat dari Malang hari Senin kemarin dan semalam menginap di Halim Perdanakusuma.
Ramai di media sosial
Pesawat jatuh setelah dua menit lepas landas. Sejumlah foto yang menggambarkan bagaimana kondisi di sekitar lokasi kejadian langsung lalu-lalang di linimasa media sosial, seperti Twitter.
Di antaranya seperti yang diunggah akun media massa Tribun Timur dengan akun @tribuntimur yang menulis, "PESAWAT Militer Hercules Milik TNI AU Jatuh di Medan dan Menimpa Pemukiman Warga".
Sejumlah pengguna Twitter mengunggah komentar yang mengingatkan kembali atas peristiwa jatuhnya pesawat maskapai penerbangan komersial Mandala Airlines pada 2005 di lokasi sekitar jatuhnya Hercules. Ini seperti dilakukan pengguna akun @kakapampam yang menulis, "Pesawat Hercules jatuh sama seperti mandala dulu jatuh di tempat yang sama di medan".
Sementara itu lonjakan penggunaan frasa "Hercules jatuh" terjadi di linimasa Twitter. Layanan aplikasi Topsy mencatat dalam satu jam terakhir, sejak sebelum pukul 12.52, terdapat 2.495 kali frasa itu dipergunakan dan akan terus berkembang.
Pesawat mulai lepas landas dari landasan pacu 23 Suwondo pada pukul 11.48. Kemudian, saat akan ditransfer ke Medan APP, pilot meminta untuk kembali ke pangkalan (return to base/RTB). Pesawat berbelok ke kanan dan jatuh sebelum kontak dengan Medan APP.
Kantor Berita Antara melaporkan, pesawat Hercules jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, di sebuah kompleks perumahan yang sedang dalam pembangunan, di Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.
Pesawat yang jatuh itu menimbulkan api yang membakar ekor pesawat dan sebagian rumah yang sedang dibangun.
Menurut Edo, petugas Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran Kota Medan, pihaknya membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memadamkan api kebakaran tersebut.
Di lokasi kejadian terlihat sejumlah prajurit TNI mengevakuasi beberapa bagian pesawat yang terbakar.
Sekitar pukul 13.00, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Kepala Polda Sumut Inspektur Jenderal Eko Hadi Sutedjo, dan Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan Brigadir Jenderal Cucu Sumantri terlihat berada di lokasi kejadian.
Belum diketahui jumlah korban tewas dalam peristiwa itu. Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumut terlihat bermusyawarah di salah satu bangunan yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi.

Leave a Reply



 
Tony Agus Setiawan © 2010 - 2015 DheTemplate Edited by Penulis Tanpa Pena

Penulis Tanpa Pena | Tony Agus Setiawan