Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Kamis, 03 Oktober 2013

Kontrofersi Mobil Listrik

0 komentar

Ketika mendengar kata Mobil Listrik, mungkin yang kita fikirkan tingkat efisiensinya, ramah lingkungan, murah dll. Apa itu semua benar?

Penggunaan mobil listrik lebih mudah dibanding mobil dengan bahan bakar gas atau diesel. "Justru kalau mobil listrik lebih gampang" kata Marketing Direktor PT. KIA Mobil Indonesia, Hartanto Sukmono, Jakarta Rabu 2 Oktober 2013.

Dia memberikan contoh, Dealer KIA di pulau Kalimantan banyak menolak varian mobil KIA yang menggunakan mesin diesel. Alasannya karena disana distributor solar tidak ada. "Mobil Diesel hanya menjadi pajangan dirumah," katanya.

Hartanto juga menambahkan bahwa KIA sudah memasarkan mobil listriknya di Korea Selatan, namun belum ada rencana untuk membawanya ke Indonesia.

Apakah benar mobil listrik sedemikian efisien?

Pada kesempatan lain, Franky Supriyadi, dari Center for Innovation Oppurnities and Development Prasetiya Mulya Bussines School menjelaskan bahwa menurutnya mobil listrik tidak hemat biaya.

Alasannya karena mobil listrik untuk saat ini tidak cost saving. Masyarakat masih lebih banyak memilih mesin berbahan bakar konvensional daripada motor listrik.

Seperti di Amerika, yang bahan bakar kendaraannya tidak bersubsidi, masyarakatnya memilih bahan bakar bukan listrik. Apalagi di Indonesia yang bahan bakarnya masih sangat murah karena bersubsidi.

Terlebih ketika saat pengecasan baterai, memang terlihat sangat mudah, tinggal masuk garasi dan colok pada listrik. Namun apakah setiap rumah mempunyai daya listrik hingga 5.000 watt? Itupun semua listrik harus padam karena terpakai penuh pada pengecasan mobil tersebut.

Karenanya, ia berkesimpulan, untuk saat ini mobil listrik belumlah seefisiensi yang di bayangkan.

Mungkin pada kemudian hari mobil listrik akan lebih efisien, terlebih pada saat pengecasan lebih disempurnakan agar tidak memakan banyak daya listrik.

Leave a Reply



 
Tony Agus Setiawan © 2010 - 2015 DheTemplate Edited by Penulis Tanpa Pena

Penulis Tanpa Pena | Tony Agus Setiawan